[VIDEO] Remaja Muslim Inggris Ini Gelar Aksi Simpatik Menutup Mata


  [VIDEO] Remaja Muslim Inggris Ini Gelar Aksi Simpatik Menutup Mata - Kembali  aksi  simpatik dilakukan oleh pria muslim dengan mata tertutup dan memberikan pelukan gratis.

Sebelumnya seorang pria di Paris melakukan aksi ini di Lapangan Republik Paris dan mengundang simpati banyak warga Paris bahkan dunia.

BACA JUGA: Aksi Pria Muslim Dengan Mata Tertutup Buat Haru Warga Paris

Kali ini remaja berumur 16 tahun, yaitu Yusf Pirot, berdiri di kawasan jembatan St Peter, Notthingham, Inggris dengan menggunakan penutup mata dan poster yang dia tempelkan di dada dengan bertuliskan "Saya seorang Muslim, Saya bukan Teroris, Saya percaya Anda, apakah Anda percaya Saya? Beri Saya Pelukan."

Seperti yang diberitakan oleh Nottstv.com. Yusf melakukan ini sebagai bentuk aksi dirinya yang tumbuh di lingkungan yang menyebutnya teroris.

"Aku ingin melakukan ini sejak lama, aku tumbuh di masyarakat yang sering disebut sebagai teroris hampir setiap harinya,' ujarnya.

Dia juga menjelaskan setelah kejadian penyerangan di Paris, dia melihat banyak sekali yang menyudutkan Muslim di sosial media.

"Setelah penyerangan di Paris dan aku melihat semua orang berkata di sosial media, 'Muslim yang lakukan itu, Muslim adalah Teroris', dan tiba-tiba orang berkata di hadapanku 'kau adalah teroris, kau yang lakukan itu di Paris" tambahnya.

Yusf juga sangat kecewa sekali dia dituduh menjadi seorang teroris.
"Sangat mengecewakan sekali bahwa orang-orang menyebutku seorang teroris hanya karena kepercayaanku dan darimana aku berasal, aku hanya ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa aku bukanlah seorang teroris, tak semua Muslim adalah teroris," ucapnya.

Sebuah video dari akun foxj1999 di channel Youtube memperlihatkan pemuda ini saat melakukan aksi mata tertutup dan dipeluk banyak orang di kawasan tersebut.

"Hanya karena ras dan agamaku, tak membuatku menjadi seorang teroris, ini cara ku untuk menyampaikan itu," ungkapnya.

Selain apresiasi, dalam aksinya tersebut Yusf juga mengaku mendapatkan caci maki dari orang yang melintas. Namun dia mengaku mendapatkan dukungan juga dari masyarakat.

"Pada setengah jam pertama sejujurnya saya ingin berhenti karena itu, namun seorang wanita mendatangiku dan berkata 'Kau melakukan pekerjaan yang baik, teruskanlah', karena itu aku pikir aku tak bisa berhenti sekarang karena ada juga yang mendukungku," kata Yusf.

Dia mengaku senang bisa melakukan aksi ini dan membagi perasaannya dengan orang lain.
"Ya ini membuat perasaanku senang karena aku tau mereka mempercayaiku dan mendapat pesan dariku, ini merupakan cara untuk membagi perasaan kepada orang lain," ungkapnya lagi. (glh)